Senin, 31 Oktober 2011

UTS Etika bisnis semester V tahun 2011

Agar Merek Melesat dan Tak Pupus

Mencapai sukses besar dalam waktu relatif singkat adalah idaman para pemilik merek. Apalagi, kalau merek itu mampu bertahan di atas. Apa yang harus dilakukan?
Kalau kita perhatikan, yang mencerahkan langit di malam hari adalah bintang-bintang yang bersinar terang, walaupun jumlahnya kelihatan lebih sedikit. Begitu juga di dunia bisnis. Para pembuat berita sehingga jagat bisnis tetap semarak adalah merek-merek yang mampu mencapai prestasi fenomenal dalam waktu relatif singkat. Tak terkecuali di kancah bisnis nasional, kita pun bisa menemukan bintang-bintang bisnis nan cemerlang ini.
Dari merek-merek cemerlang itu ada yang merupakan pemain lama yang melakukan langkah semacam turnaround (seperti KFC) ataupun nama yang relatif baru seperti Nexian dan J.Co atau yang lebih baru lagi seperti D’Cost. Baik nama lama ataupun baru, ada kesamaan yang menonjol dari mereka, yakni menawarkan sesuatu yang berbeda atau baru alias inovasi. Inovasi itu tidak hanya dari sisi produk, tetapi juga bisa dari sisi layanan, pemasaran, ataupun model bisnisnya.
Inovasi bisa menjadi pembeda (diferensiasi) bagi sebuah merek. Dalam pandangan Daniel Surya, pemimpin konsultan merek Id Holland, pembeda inilah yang membuat merek-merek itu bisa melejit dalam waktu relatif singkat. “Namun, pembeda itu haruslah relevan dengan (kebutuhan) pasar,” katanya menggarisbawahi. “Ya, inovasi merupakan hal terpenting yang dapat menjawab semua masalah,” kata Martono Jaya Kusuma, Presdir Metrotech, pemilik merek Nexian, meyakini. Tentu saja, masing-masing merek berperforma hebat itu juga punya kunci sukses lainnya untuk bisa terbang tinggi (lihat bagian Sajuta sebelumnya).

Sumber: Herning Banirestu, Kristiana Annisa, S. Ruslina, Darandono, Wini Angraeni, Yurivito Kris Nugroho, Sigit A. Nugroho (http://swa.co.id)

Ulasan singkat :
Beberapa merk diatas yg menjadikan mereka melesat dikarenakan mereka memiliki pembeda dari merk-merk yg sejenis. Pembeda tersebut adalah suatu Inovasi dari mereka untuk menguasai pasar, dan sudah pasti mereka akan berhati-hati agar mereka tidak sampai melanggar etika dalam berbisnis. Karena kalau sampai mereka melanggar, bisa-bisa nama dari brand mereka yg akan jadi taruhannya.

Dari beberapa merk yg disebutkan diatas kita sudah pasti banyak mengenal mereka dari produk-produk mereka. Mereka selalu akan memperbaiki segala bentuk kekurangan yg ada, baik dari segi pelayanan, pemasaran, ataupun model bisnisnya.

Dan tak banyak juga dari mereka yg tenggelam dalam rutinitasnya dan tanpa mereka sadari karena ingin lebih dari yg sekarang, mereka akhirnya memilih jalan pintas yaitu melanggar etika bisnis yg berlaku. Ini bisa jadi sebuah pembelajaran bagi mereka yg sudah diatas agar jangan sampai melakukan hal tersebut, karena nama dari brand mereka adalah taruhannya.

Minggu, 18 September 2011

Contoh kasus dalam Etika Bisnis

CONTOH KASUS INDOMIE DI TAIWAN

Akhir-akhir ini makin banyak dibicarakan perlunya pengaturan tentang perilaku bisnis terutama menjelang mekanisme pasar bebas. Dalam mekanisme pasar bebas diberi kebebasan luas kepada pelaku bisnis untuk melakukan kegiatan dan mengembangkan diri dalam pembangunan ekonomi. Disini pula pelaku bisnis dibiarkan bersaing untuk berkembang mengikuti mekanisme pasar.
Dalam persaingan antar perusahaan terutama perusahaan besar dalam memperoleh keuntungan sering kali terjadi pelanggaran etika berbisnis, bahkan melanggar peraturan yang berlaku. Apalagi persaingan yang akan dibahas adalah persaingan produk impor dari Indonesia yang ada di Taiwan. Karena harga yang lebih murah serta kualitas yang tidak kalah dari produk-produk lainnya.
Kasus Indomie yang mendapat larangan untuk beredar di Taiwan karena disebut mengandung bahan pengawet yang berbahaya bagi manusia dan ditarik dari peredaran. Zat yang terkandung dalam Indomie adalah methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat). Kedua zat tersebut biasanya hanya boleh digunakan untuk membuat kosmetik, dan pada Jumat (08/10/2010) pihak Taiwan telah memutuskan untuk menarik semua jenis produk Indomie dari peredaran.  Di Hongkong, dua supermarket terkenal juga untuk sementara waktu tidak memasarkan produk dari Indomie.
Kasus Indomie kini mendapat perhatian Anggota DPR dan Komisi IX akan segera memanggil Kepala BPOM Kustantinah. “Kita akan mengundang BPOM untuk menjelaskan masalah terkait produk Indomie itu, secepatnya kalau bisa hari Kamis ini,” kata Ketua Komisi IX DPR, Ribka Tjiptaning, di  Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/10/2010). Komisi IX DPR akan meminta keterangan tentang kasus Indomie ini bisa terjadai, apalagi pihak negara luar yang mengetahui terlebih dahulu akan adanya zat berbahaya yang terkandung di dalam produk Indomie.
A Dessy Ratnaningtyas, seorang praktisi kosmetik menjelaskan, dua zat yang terkandung di dalam Indomie yaitu methyl parahydroxybenzoate dan benzoic acid (asam benzoat) adalah bahan pengawet yang membuat produk tidak cepat membusuk dan tahan lama. Zat berbahaya ini umumnya dikenal dengan nama nipagin. Dalam pemakaian untuk produk kosmetik sendiri pemakaian nipagin ini dibatasi maksimal 0,15%.
Ketua BPOM Kustantinah juga membenarkan tentang adanya zat berbahaya bagi manusia dalam kasus Indomie ini. Kustantinah menjelaskan bahwa benar Indomie mengandung nipagin, yang juga berada di dalam kecap dalam kemasam mie instan tersebut. tetapi kadar kimia yang ada dalam Indomie masih dalam batas wajar dan aman untuk dikonsumsi, lanjut Kustantinah.
Tetapi bila kadar nipagin melebihi batas ketetapan aman untuk di konsumsi yaitu 250 mg per kilogram untuk mie instan dan 1.000 mg nipagin per kilogram dalam makanan lain kecuali daging, ikan dan unggas, akan berbahaya bagi tubuh yang bisa mengakibatkan muntah-muntah dan sangat berisiko terkena penyakit kanker.
Menurut Kustantinah, Indonesia yang merupakan anggota Codex Alimentarius Commision, produk Indomie sudah mengacu kepada persyaratan Internasional tentang regulasi mutu, gizi dan kemanan produk pangan. Sedangkan Taiwan bukan merupakan anggota Codec. Produk Indomie yang dipasarkan di Taiwan seharusnya untuk dikonsumsi di Indonesia. Dan karena standar di antara kedua negara berbeda maka timbulah kasus Indomie ini.

Komentar : Kasus yg terjadi disini, Indomie tidak melihat standar dari negara Taiwan sehingga pas Indomie mulai masuk ke Taiwan dari beberapa produk mie instan  asli negara tersebut merasa tersaingi sehingga mereka melakukan uji coba standar di indomie dan menemukan bahwa indomie tidak memenuhi standar dari negara tersebut sehingga kasus ini timbul. Indomie melanggar Etika bisnis dari negara Taiwan dikarenakan perbedaan standar masing-masing negara.

Minggu, 03 Juli 2011

Tugas : 2 Soal & Jawaban tentang Perekonomian Indonesia & Ekonomi Pembangunan

1. Jelaskan Strategi Pertumbuhan ekonomi Indonesia ?
  • Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan ouptut masyarakat yang disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi masyarakat tanpa adanya perubahan cara-cara atau “teknologi” produksi itu sendiri.
  • Indonesia menganut strategi pertumbuhan ekonomi dan dalam melaksanakan pembangunan memakai Model Harrod Domar. Menurut kedua ekonomi ini, setiap penambahan stock kapital masyarakat (K) meningkatkan pula kemampuan masyarakat untuk menghasilkan output (Qp). di sini Qp menunjukkan output yang potensial bisa dihasilkan dengan stock kapital (kapasitas produksi) yang ada.
  • Konsekuensi strategi pertumbuhan adalah bahwa besar kecilnya laju pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada naik turunnya tingkat investasi. Contoh : petro dollar (kelebihan harga minyak) pertumbuhan ekonomi melonjak drastis dari 2,5% (sebelum dimulai Pelita) menjadi 7,0% (selama Pelita I, II dan Pertengahan Pelita III). Tapi mulai pasca Oil Boom maka pertumbuhan ekonom merosot sampai 2,5% (bersamaan resesi dunia tahun 1982) dan baru pulih kembali pada awal Pelita V mencapai 7,1% (1990).
  • Sejak krisis moneter pertengahan tahun 1997 dimana terjadi capital flight besar-besaran, pertumbuhan ekonomi merosot dengan cepat, masingmasing 8,5%, 6,8%, 2,5% dan 1,4% (untuk triwulan I, II, III, dan IV tahun 1997). Tahun 1998 pertumbuhan menjadi negatif. 
2. Jelaskan Pembangunan berwawasan Nusantara ?
   Wawasan adalah pandangan hidup suatu bangsa yang dibentuk oleh kondisi lingkungannya. Kondisi lingkungan hidup bangsa Indonesia adalah pulau atau kepulauan yang terletak di antara samudera pasifik dan atlantik, di antara benua Asutralia dan Asia (Nusantara).
   Pembangunan berwawasan nusantara sebenarnya tidak lain adalah pembangunan yang berwawasan ruang. Pembangunan berwawasan ruang (ekonomi regonal) tersirat dalam argumentasi Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab daerah miskin kurang mampu berkembang secepat seperti yang terjadi di daerah yang lebih kaya (Suroso, 1994)  
PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA

MAKALAH

Diajukan Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah   : Perekonomian Indonesia dan Ekonomi Pembangunan


Dosen              : Hj. I. G. A. Aju Nitya Dharmani, SST, SE, MM
Kelas               : B


Nama Mahasiswa : Candra Nara Setya
NIM                        : 01209027




KATA PENGANTAR



       Puji syukur saya ucapakan kepada Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini. dalam penyelesaian makalah ini. Sehingga penyusun dapat menyelesaikan dengan baik pada penulisan makalah ini sebagai salah satu tugas perkuliahan. Penulisan makalah ini mungkin sangat jauh dari sempurna, karena masih banyak kekurangan-kekurangan baik dari segi materi maupun dalam penyajiannya.Hal tersebut disebabkan oleh karena kemampuan dan pengalaman penulis masih sangat terbatas. Dan semoga dengan selesainya makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan teman – teman.


BAB I

PENDAHULUAN



1.1.  Latar Belakang
       Sebagai warga negara Indonesia saya bangga dengan pencapaian yang telah diraih oleh bangsa ini. Selangkah demi selangkah Indonesia mulai menunjukkan kearah yang lebih baik terutama dalam bidang perekonomian. Hal ini dibuktikan dengan Indonesia menjadi salah satu Negara yang tidak terkena dampak pada krisis global tahun 2008. Walaupun demikian, sebenarnya masih banyak hal-hal atau aspek-aspek  yang perlu diubah oleh Negara ini agar perekonomian Indonesia lebih baik lagi ditahun selanjutnya. Meskipun masih banyak kekurangan dari negara Indonesia, saya akan tetap bangga dengan negara Indonesia karena dinegara inilah saya tinggal dan dibesarkan.

1.2. Perumusan Masalah
  1. Perkembangan Perkonomian Indonesia saat ini
  2. Faktor-faktor yang harus diwaspadai Indonesia ditahun 2011
  3. Enam Keajaiban Ekonomi RI ditahun 2010

1.3. Metode Penelitian
Untuk menyusun makalah ini penulis mengambil data dari internet.


BAB II

PEMBAHASAN



       Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Setiap pulau-pulau yang ada Indonesia memiliki keanekaragan hayati serta sumber daya alam yang banyak. Namun, banyak masyarakatnya yang tidak bisa mengolah sumber daya alam tersebut, sehingga Indonesia masih mengandalkan negara lain untuk mendapatkan kebutuhan negara. Akibatnya, perekonomian Indonesia kurang berkembang, karena negara Indonesia lebih sering melakukan impor dari negara lain. Walaupun demikian, Indonesia masih dapat menunjukkan eksistensinya kepada dunia. Indonesia menjadi salah satu Negara di dunia yang tidak terlalu terkena dampak yang besar pada saat krisis ekonomi global tahun 2008. Indonesia pun mulai dipercaya oleh negara-negara barat untuk bisa mengatasi permasalahan ekonomi dunia. Indonesia pernah diundang pada saat pertemuan G-8 serta termasuk sebagai anggota G-20. Itu menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara yang mempunyai pengaruh yang cukup besar didunia.

       Selama 5 tahun terakhir Indonesia mulai membenahi diri untuk kearah perekonomian yang lebih baik. Indonesia sudah bangun dari mimpi buruk yang berkepanjangan. Saat ini perekonomian Indonesia sudah semakin baik dari yang sebelumnya. Hal itu tidak lepas dari sosok presiden SBY, selama presiden SBY menjabat sebagai presiden pada tahun 2004, perekonomian Indonesia mulai berubah. Kebijakan-kebijakan yang dibuat beliau telah merubah perekomian Indonesia yang lebih baik. Namun, untuk merubah itu semua Presiden tidak dapat bekerja sendiri, karena banyak sosok-sosok yang telah membantu Presiden agar perekonomian negara ini semakin baik.

       Pada saat presiden SBY menjabat sebagai presiden, beliau telah membuat kebijakan yang kontroversi yaitu naiknya harga BBM (Bahan Bakar Minyak), dari harga Rp.2.500 menjadi Rp.4.500, bahkan sempat diposisi Rp.6.000, karena pada saat itu harga minyak dunia melambung tinggi. Akan tetapi, hal itu dilakukan untuk meningkatkan pendapatan negara. Dan juga presiden membuat kebijakan pembagian BLT (Bantuan Langsung Tunai) kepada masyarakat miskin, namun kebijakan ini tidak berjalan dengan lancar, karena pembagiannya tidak merata. Presiden juga mulai memberantas korupsi, karena masih banyak para koruptor yang belum diberantas yang telah mengambil hak rakyat serta merugikan negara. Kebijakan tersebut mendapat respon yang positif dimata masyarakat. Kebijakan moneter dan kebijakan fiskal pun menunjukkan kearah yang baik. Kurs rupiah pada saat itu mulai stabil yaitu berkisar antara Rp.8.900 – Rp.9.250. Tingkat inflasi pun mulai menurun dari tahun-tahun sebelumnya. Serta pendapatan perkapita Indonesia mulai menanjak naik, itu membuktikan bahwa pemerintah sedikit demi sedikit telah berhasil mencapai tujuannya.

       Ditahun 2011 ini, banyak ahli yang mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi negara kaya seperti Amerika dan negara-negara eropa, karena Indonesia memiliki potensi yang cukup besar, yaitu Indonesia termasuk negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar didunia, seharusnya pemerintah dapat memanfaatkan Sumber Daya Manusia yang produktif sehingga dapat mempercepat pembangunan negara. Sebagaimana Negara-negara maju didunia yang dapat memanfaatkan SDMnya sehingga mempercepat pembangunan negaranya. Hal itu juga harus didukung dengan pendidikan yang layak bagi masyarakat agar dapat bersaing dengan negara lain. Karena dinegara lain pendidikan sangat penting sekali untuk menunjang kehidupan yang lebih baik lagi. Selain itu, pemerintah juga harus lebih memperhatikan sektor riil, karena sektor riil begitu menjanjikan untuk kemajuan negara. Negara ini bisa menjadi Negara kaya apabila para pemerintah sebelumnya benar-benar mempunyai kebijakan yang tepat untuk negara serta tidak mementingkan kepentingan sendiri dan golongan melainkan kepentingan masyarakat diseluruh Indonesia.
       Pada saat ini Indonesia sudah mengalami perubahan yang cukup baik contohnya seperti cadangan devisa yang begitu besar , ekspor negara yang cukup tinggi, kurs rupiah yang stabil, pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu sekitar 6 % dan juga kenaikan investasi dalam negeri. Akan tetapi, apa yang telah diraih oleh pemerintah saat ini harus dijadikan sebagai acuan untuk ditahun kedepannya, agar pemerintah dapat lebih mensejahterakan rakyatnya.

Faktor-Faktor Yang Harus Diwaspadai

       Ada tiga faktor yang harus diwaspadai pada perekonomian nasional di tahun 2011. Pertama adalah ancaman krisis likuiditas. Ketika pasar modal mengalami stagnansi pada suatu titik tertentu, para pelaku pasar cenderung akan melakukan aksi ambil untung yang menyebabkan arus dana keluar menjadi besar. Sementara undang-undang jaring pengaman sektor keuangan yang salah satu tujuannya untuk mengantisipasi permasalahan ini belum disetujui DPR. Undang-Undang tersebut, antara lain dapat menjadi landasan peraturan yang sah manakala terjadi situasi dimana aliran dana keluar begitu besar.  Misalnya karena clearing nasabah di sebuah bank sehingga Pemerintah perlu menyiapkan dana talangan. Contoh lain yang juga harus diantisipasi adalah jika terjadi kondisi dimana Pemerintah tidak memiliki alokasi dana yang cukup sementara harus melaukan buyback terkait Surat Utang Negara (SUN) yang telah dijual kepada masyarakat.

       Untuk menangani ancaman masalah likuiditas di atas, undang-undang jaring pengaman sektor keuangan perlu segera disetujui DPR. Jika sudah disetujui, perlu kerja sama yang baik antara Pemerintah dan Bank Indonesia dalam mengimplementasikan undang-undang tersebut. Di samping itu, kontrol devisa juga mutlak dilakukan Pemerintah. Kurangnya kontrol terhadap dana yang keluar dan masuk mengakibatkan kalangan dunia usaha menjadi kurang tertarik karena tidak adanya range dalam menentukan nilai tukar rupiah.
       Faktor kedua yang harus diantisipasi adalah kurang optimalnya pertumbuhan di sektor riil. Hal ini bisa terjadi apabila Pemerintah hanya memanfaatkan momentum masuknya capital inflow yang deras hanya untuk sektor pasar modal. Dari situ, pertumbuhan di sektor riil bisa kurang optimal karena keuntungan hanya dinikmati kalangan tertu yang “bermain” di lantai bursa.
       Faktor ketiga adalah inflasi. Problema energi dan pangan internasional sedikit banyak berpengaruh pada tingkat inflasi dalam negeri. Negara-negara maju di Amerika dan Eropa saat ini cenderung mengalami musim dingin yang lebih panjang sehingga membutuhkan pasokan energi yang lebih besar. Dengan kondisi demikian, Pemerintah perlu menentukan antisipasi kebijakan yang akan diambil, misalnya apakah subsidi BBM akan dikurangi atau tidak. Sementara itu, terkait masalah pangan, Pemerintah juga dianjurkan untuk melakukan langkah antisipasi. Sebagai negara maju, China sudah menyiapkan stok pangan dalam negeri besar-besaran sejak 2-3 tahun yang lalu.

Enam Keajaiban Ekonomi RI ditahun 2010

       Pertama, per akhir November 2010, IHSG melonjak 39% atau 46% dalam dolar AS dibanding awal tahun. Kenaikan tertinggi sekawasan setelah Thailand. Pada periode yang sama, ABTRINDO sebagai indeks harga surat utang negara naik 21,9%.
       Kedua, arus masuk modal asing meningkat tercermin dari posisi kepemilikan asing di dalam surat utang negara yang mencapai Rp 191,2 triliun per 30 November 2010. Angka ini melonjak dari Rp 108 triliun akhir Desember 2009. Lonjakan ini menurunkan yield SUN 10 tahun pada periode tersebut dari 10,9% menjadi 7,6%.
       Ketiga, meski ikut terseret krisis fiskal Eropa, kurs rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun nampak stabil pada kisaran 9000 atau menguat 4%. Menarik dicermati bahwa penguatan rupiah tidak sebesar mata uang regional lainnya yang membuka peluang ekspor Indonesia tetap kompetitif.
       Keempat, meski sempat melonjak akibat kenaikan harga pangan, laju inflasi tahunan November 2010 mencapai 6,3%. Angka ini lebih rendah ketimbang rata-rata sepuluh tahun terakhir yang berkisar 8,3%.
       Kelima, terkendalinya rupiah dan kelebihan likuiditas memungkinkan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga tetap 6,5% sejak Desember 2008.
       Keenam, yang menggembirakan adalah kestabilan makroekonomi itu juga diikuti oleh pertumbuhan sejumlah indikator bisnis utama yang menegaskan percepatan pemulihan ekonomi.

       Perekonomian Indonesia memang sudah menunjukkan kearah yang lebih baik. Namun masih banyak PR yang harus dikerjakan pemerintah dibidang lainnya, agar Indonesia dapat berdiri kokoh diantara negara-negara lain. Apapun yang terjadi di Indonesia, di negara yang saya cintai ini. Saya akan tetap bangga dengan Indonesia karena Indonesia tidaklah sejelek dan seburuk yang dibayangkan, masih banyak hal-hal yang menarik dan bagus yang dimiliki oleh negara Indonesia.


BAB III



3.1 Kesimpulan

          Sebagai warga Negara Indonesia terutama kaum pemuda-pemudi sebagai generasi penerus bangsa, seharusnya kita bangga dengan Negara Indonesia karena maju atau tidaknya Indonesia ada ditangan kita. Kita sebagai ujung tombak negara diharuskan untuk menjadikan negara yang lebih baik dimasa yang akan datang. Indonesia tidaklah seburuk yang dibayangkan, banyak sekali hal-hal yang harus dibanggakan oleh Negara ini. Walaupun masih banyak kekurangan dari Negara ini, kita tidak seharusnya menjelek-jelekkannya tapi kita bahu-membahu memperbaiki Negara ini.


Daftar Pustaka




Jumat, 24 Juni 2011

JAWABAN SOAL UAS MATAKULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN

1. Menurut Prof. Lewis, unsur utama kebijaksanaan pembangunan adalah;
(1)penyediaan potensi pembangunan;
(2)penyediaan prasarana yang memadai;
(3)penyediaan latihan khusus dan pendidikan umum;
(4)perbaikan landasan hukum bagai kegiatan perekonomian;
(5)bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak;
(6)menemukan dan membanu pengusaha potensial;
(7)peningkatan dan pemanfatan sumber yang lebih

2. Faktor-faktor yang mendukung peluang kapitalis antara lain adalah 
  • Kapasitas negara dalam menyerap informasi baru 
  • Kemampuan untuk mengakomodasi keinginan keinginan Negara akan alih teknologi
  • Kebijakan Negara terhadap alih teknologi serta pengumpulan dan penyebaran informasi.
3. Faktor-faktor yg mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat :
    1. Akumulasi Modal, akan terjadi jika ada proporsi tertentu dari pendapatan sekarang yg ditabung yg kemudian diinvestasikan untuk memperbesar output pada masa yg akan datang.
    2. Pertumbuhan Penduduk, pertumbuhan penduduk & hal-hal yg berhubungan dengan kenaikan jumlah angkatan kerja secara tradisional telah dianggap sebagai faktor yg positif dalam merangsang pertumbuhan ekonomi.
    3. Kemajuan Teknologi, kemajuan teknologi merupakan faktor yg paling penting bagi pertumbuhan ekonomi.

4.  a. Kemiskinan absolut/mutlak
Adalah keadaan yang mana pendapatan kasar bulanan tidak mencukupi untuk membeli keperluan minimum sebuah isi rumah yang diukur berdasarkan tahap perbelanjaan minimum.
     b. Kemiskinan relative
Adalah kemiskinan yang dilihat berdasarkan perbandingan antara sesuatu tingkat pendapatan lainnya. Contohnya, seseorang yang tergolong kaya (mampu) pada masyarakat desa tertentu bias jadi termiskin pada masyarakat desa yang lain.

5. Teknologi Tepat Guna : Teknologi yg menggunakan sumber daya yg ada untuk memecahkan masalah yg dihadapi/secara berdayaguna dan berhasil guna untuk pelaksanaan tugas sehari-hari menjadi lebih mudah, murah, dan sederhana.

SOAL UJIAN AKHIR SEMESTER MATAKULIAH EKONOMI PEMBANGUNAN

1. Pemerintah harus menetapkan kebijakan pembangunan yang tepat demi berhasilnya rencana pembangunan dan untuk menghindari kesulitan yang mungkin timbul dalam proses pelaksanaannya. Lewis mencatat unsur-unsur utama kebijaksanaan pembangunan, sebutkan dan jelaskan pendapat Lewis tersebut.

2. Jelaskan faktor apa saja yang mendukung peluang kapitalisasi di NSB.

3. Sebutkan dan jelaskan faktor apa saja yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu masyarakat.

4. Kemiskinan mempunyai pengertian yang sangat luas dan sulit untuk melakukan pengukuran, namun demikian beberapa ahli mengklasifikasikan kemiskinan berdasarkan kriteria umum yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif, jelaskan kedua kriteria tersebut.

5. Jelaskan yang dimaksud dengan Teknologi Tepat Guna dan Produk Tepat Guna yang berkaitan dengan hubungan TNC di Negara Berkembang berdasarkan pada pendapat para ahli.

Dosen : Hj. I. G. A. Aju Nitya Dharmani, SST, SE, MM